[Penginapan] Holiday Inn Melbourne Airport

Yvette Morey asked 4 สัปดาห์ ago

<br /><table align=”center” cellpadding=”0″ cellspacing=”0″ class=”tr-caption-container” style=”margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;”><tbody><tr><td style=”text-align: center;”><a href=”http://3.bp.blogspot.com/–lrfXXE1Co4/Ue9UzvAisCI/AAAAAAAAClY/58V5NcqaPN4/s1600/Screen+Shot+2013-07-24+at+11.09.11+AM.png&#8221; imageanchor=”1″ style=”margin-left: auto; margin-right: auto;”><img border=”0″ src=”http://3.bp.blogspot.com/–lrfXXE1Co4/Ue9UzvAisCI/AAAAAAAAClY/58V5NcqaPN4/s400/Screen+Shot+2013-07-24+at+11.09.11+AM.png&#8221; height=”266″ width=”400″ /></a></td></tr><tr><td class=”tr-caption” style=”text-align: center;”><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Shuttle gratis ke bandara. Foto dari website http://www.ihg.com </span></td></tr></tbody></table><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Hotel di sebelah Melbourne Airport (Tullamarine) ini Holiday Inn ketiga yang pernah kami tinggali. Dan kami semakin jatuh cinta dengan <i>brand</i> ini :)</span><br /><br /><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Setelah delapan malam menginap di dalam <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2012/10/keliling-australia-dengan-campervan.html&#8221; target=”_blank”>campervan yang sempit</a>, saya ingin malam terakhir kami di Australia (<i>hopefully</i> bukan malam terakhir beneran) dihabiskan di atas kasur empuk berpendingin ruangan. Hotel pilihan saya adalah <b><a href=”http://www.hotelscombined.co.id/ID/Hotel/Holiday_Inn_Airport_Melbourne.htm?a_aid=80689&amp;label=link%20HI%20Melb&#8221; target=”_blank”>Holiday Inn Melbourne Airport</a> </b>yang hanya lima menit dari bandara dengan shuttle gratis. Bayangan saya, kami bakalan kecapekan sekali setelah <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2012/10/keliling-australia-dengan-campervan.html&#8221; target=”_blank”>9 hari berpetualang dengan campervan</a>, dan tidak akan banyak mengeksplorasi kota Melbourne lagi. Lagipula, pesawat kami ke Denpasar pagi, jadi lebih aman kalau menginap di dekat bandara.</span><br /><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”><br /></span><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Di Melbourne, kami cuma singgah sebentar ke <a href=”http://www.qvm.com.au/&#8221; target=”_blank”>Queen Victoria Market</a> untuk membeli pesanan oleh-oleh dari Mama mertua dan makan siang (dan <i>window shopping</i>). QVM ini lebih besar dari <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2012/03/tips-berburu-oleh-oleh-di-paddys-market.html&#8221; target=”_blank”>Paddy’s Market di Sydney</a>, tapi pilihan oleh-oleh <strike>made in china</strike> nya lebih terbatas. Lebih banyak lapak non souvenir yang berjualan di QVM, mulai dari barang kerajinan, fesyen warna warni, tas, camilan, buah dan sayur, Tukang Aluminium sampai bunga segar.</span><br /><br /><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Ini sudah ketiga kalinya kami ke <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2011/08/melbourne-jatuh-cinta-pada-kunjungan.html&#8221; target=”_blank”>Melbourne</a>. Yang pertama, kami mencapai Melbourne lewat bandara Avalon, kemudian naik bis 50 menit menuju kota. Kami menginap empat malam di <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2011/08/penginapan-apartemen-milano-melbourne.html&#8221; target=”_blank”>apartemen Milano </a>yang tinggal jalan kaki 10 menit ke pasar QVM ini. Kesempatan kedua, kami singgah semalam setelah menyeberang dari Tasmania naik feri untuk menuju New Zealand keesokan harinya. Kami menginap di <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2012/02/penginapan-hotel-parkview-melbourne.html&#8221; target=”_blank”>Hotel Parkview di St Kilda</a>, mencapai bandara dengan mobil sewaan yang kami pakai keliling Tasmania dan meninggalkan mobil sewaan di bandara.</span><br /><br /><table align=”center” cellpadding=”0″ cellspacing=”0″ class=”tr-caption-container” style=”margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;”><tbody><tr><td style=”text-align: center;”><a href=”http://1.bp.blogspot.com/-NNRsliXzXiM/Ue9VK4MdPGI/AAAAAAAAClg/-ABB6j_0-s0/s1600/Screen+Shot+2013-07-24+at+11.13.17+AM.png&#8221; imageanchor=”1″ style=”margin-left: auto; margin-right: auto;”><img border=”0″ src=”http://1.bp.blogspot.com/-NNRsliXzXiM/Ue9VK4MdPGI/AAAAAAAAClg/-ABB6j_0-s0/s400/Screen+Shot+2013-07-24+at+11.13.17+AM.png&#8221; height=”288″ width=”400″ /></a></td></tr><tr><td class=”tr-caption” style=”text-align: center;”><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Kamar dengan dua double bed, muat untuk berempat. Foto dari http://www.ihg.com</span></td></tr></tbody></table><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Saya memesan kamar ini di <a href=”http://www.ihg.com/holidayinn/hotels/us/en/melbourne/melcr/hoteldetail&#8221; target=”_blank”>websitenya</a>, dengan tarif AUD 201,99. Tidak murah karena bukan tarif diskon. Tapi memang hotel di Aussie mahal-mahal sih. Saya sudah tergabung jadi member Priority Club mereka, jadi lumayan bisa tambah poin yang nantinya bisa ditukar dengan menginap gratis. Keuntungan <i>rewards club</i> grup hotel ini (satu grup dengan Intercontinental dan Crowne Plaza), poinnya tidak ada expire date-nya. Saya sendiri sudah telanjur senang menginap di Holiday Inn <i>chain</i> sejak pertama merasakan <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2012/09/penginapan-holiday-inn-esplanade-darwin.html&#8221; target=”_blank”>pelayanan mereka di Darwin</a>. Kami juga sempat menginap di Holiday Inn Bandung. Seperti biasa kami memesan kamar twin berisi dua <i>double bed</i> untuk berempat. Kasurnya empuk dan ada pilihan bantal empuk atau lebih keras. Sudah saya duga, Si Ayah langsung tidur begitu kepalanya menyentuh bantal. Maklum lah, sudah <a href=”http://www.travelingprecils.blogspot.com/2012/10/keliling-australia-dengan-campervan.html&#8221; target=”_blank”>menyetir ribuan kilometer dari Adelaide menuju Melbourne</a>. Kami leyeh-leyeh saja di hotel ini sejak sore sampai malam, bahkan terlalu malas untuk keluar beli makan 🙂 Saya juga sibuk <i>re-packing</i> koper-koper kami yang segambreng. Malamnya, semua orang tidur nyenyak.</span><br /><br /><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>Kami punya permainan rahasia dengan Holiday Inn, jadi jangan bilang-bilang manajemen ya. Ketika menginap bertiga di Bandung, ada satu handuk muka yang tidak sengaja terbawa kami. Handuk ini kami kembalikan ke Melbourne, tapi kami tukar dengan membawa handuk muka yang ada di sana. Nanti, handuk Melbourne akan kami tukar dengan handuk muka di hotel Holiday Inn yang akan kami tinggali selanjutnya. Mungkin Bali, Phuket, Bangkok atau Maldives. Belum tahu lah. Big A dan Little A senang sekali dengan permainan dan rahasia kecil ini, hihihi. Sst…</span><br /><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”><br /></span><span style=”font-family: Verdana,sans-serif;”>~ The Emak</span>